Posts

Handling Point Kesulitan Wawancara

Kesulitan Wawancara Sebelum wawancara ada satu hal yang cukup sulit dan menurut saya krusial adalah pertanyaan yang harus disusun untuk narasumber karena jika kita membuat pertanyaan yang sulit di menegerti maka informasi yang kita dapat bisa tidak valid. Saat Wawancara yang paling menyulitkan adalah komunikasi dua arah yang terjadi antara narasumber dan wartawan, jika ada pertanyaan yang sulit dimengerti maka video yang dibuat butuh beberapa kali di ulang agar informasi yang disampaikan narasumber itu jelas. Sesudah wawancara adalah proses pengeditan yang menurut saya cukup sulit karena tak ada wawancara yang sempurna dan pastinya ada beberapa adegan atau informasi yang di rasa bertele-tele dari narasumber yang harus kita edit atau hilangkan. Handling point untuk kesulitan diatas menurut saya cukup dengan memahami dengan baik teori-teori yang sudah pernah ada sebelumnya di dunia jurnalistik. Dari kesulitan ini juga kita bisa mempelajari hal-hal yang boleh dilakukan ...

Sumber Berita yang Ideal

Pendapat Sumber Berita Yang Ideal Tentu kita tau berita adalah hasil dari peristiwa yang ada di sekitar kita atau jauh dari kita. Semua berita dituntut untuk menyampaikan fakta dan aktual. Menurut saya Sumber Berita dikatakan Ideal ketika berita itu bisa diterima dan memberikan dampak opini positif bagi pembaca sehingga berita itu bukan hanya karangan belaka. Wawancara adalah elemen yang paling penting menurut saya untuk melengkapi berita yang ideal, karena hasil dari wawancara kita bisa menuliskan itu ke dalam berita dan jika peristiwa itu berada di daerah atau negara yang jauh dari pembaca, tentu pembaca dengan gampang menerima informasi yang aktual tersebut.

Plagiarisme Berita

Plagiarisme Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Plagiarisme, disini kita harus lihat apa itu Plagiarisme. Dilansir dari  https://www.academia.edu/34870850/esai_plagiarisme.docx . Plagiat merupakan bentuk kejahatan yang dilakukan tanpa meminta ijin dari sumber. Ada beberapa tipe plagiarisme menurut soelistyo (2011) dalam Susanto dkk. 1. Plagiarisme Kata demi Kata ( Word for word Plagiarism ).  Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya. 2. Plagiarisme atas sumber ( Plagiarism of Source ).  Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas). 3. Plagiarisme Kepengarangan ( Plagiarism of Authorship ).  Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain. Dari penjelasan sumber ini kita bisa melihat bahwa plagiarisme suatu tindakan yang cukup merugikan bagi penulis asli. Di kalangan mahasiwa juga cukup banyak yang tergoda dan menggun...

Pentingnya Blogger Memahami dan Menggunakan Elemen Jurnalistik

Mengapa Di Katakan Penting ? Sebelumnya mari kita membahas apa saja Elemen Jurnalistik yang perlu kita pahami. Di lansir dari  https://portal-ilmu.com/  mengenai 9 Elemen Jurnalistik, dikatakan bahwa yang harus diperhatikan adalah :  1. Menyampaikan Kebenaran (Fakta) Mungkin untuk sebagian orang sangat sulit untuk menyampaikan fakta karena tidak semua kalangan bisa menerima fakta yang di sampaikan oleh seorang jurnalis. Sementara jurnalis harus dituntut untuk bersikap balance (seimbang). Pada kenyataannya, upaya wartawan untuk “fairness” dan “balance” itu tetap saja subyektif dan dipengaruhi politik media massa.  2.  Memegang Kepercayaan Publik Jurnalis harus memegang kepercayaan terhadap  3 pihak yang menjadi stakeholder : pembaca, pengiklan, dan publik (masyarakat).  Jurnalis harus bisa membagi-bagi kepentingan masing-masing dari ketiga pihak tersebut. Elemen ini menjawab pertanyaan, “Untuk siapa wartawan bekerja?” Demi men...

Ethics in Public Speaking

Knowing The Ethics in Public Speaking The study of ethics in human communication is hardly a recent endeavor. One of the earliest discussions of ethics in communication (and particularly in public speaking) was conducted by the ancient Greek philosopher Plato in his dialogue  Phaedrus . In the centuries since Plato’s time, an entire subfield within the discipline of human communication has developed to explain and understand communication ethics. In 1999, the National Communication Association officially adopted the Credo for Ethical Communication (see the following sidebar). Ultimately, the NCA Credo for Ethical Communication is a set of beliefs communication scholars have about the ethics of human communication. National Communication Association Credo for Ethical Communication Questions of right and wrong arise whenever people communicate. Ethical communication is fundamental to responsible thinking, decision making, and the development of relationships and communit...

Perbedaan Makanan Lokal dan Asing

Image
Beda Menu Sarapan  Tak banyak jika turis bingung ketika banyak dari Hotel yang mereka tempati di Indonesia menyediakan makanan Indonesia yang beragam untuk sarapan. Salah satu yang akan kita bahas adalah antara Bubur dan Cereal. Seperti yang kita ketahui di Indonesia banyak pedagang kaki lima yang menjual bubur di berbagai daerah dengan gaya masing-masing. Ada yang berkuah kari, berkuah kecap asin dan yang tidak berkuah. Meskipun terlihat cukup berat dengan isian seperti daging ayam, cakwe, kacang, dan berbagai jenis sate seperti sate telur puyuh, sate usus ayam, sate hati ayam dan sate ampela ayam, namun tak jarang makanan inilah yang di pilih orang Indonesia untuk mengisi energi mereka sebelum beraktifitas.  Untuk bubur sendiri ada 2 cara tersendiri yang biasa orang Indonesia lakukan, ada yang di makan secara biasa, dan ada yang di campur menjadi sepatu seperti bubur yang pernah saya santap dibawah ini.  Nah, sekarang jelas bukan mengapa para turis bi...

Hotel Tempat Wista

Image
Hunian Tempat Wisata di Luar dan Dalam Negeri Sekarang ini banyak sekali kita temukan hunian seperti hotel atau resort di tempat wisata yang bisa berhektar-hektar luasnya. Jika kita sebagai pengunjung dari luar daerah tempat wisata, tentu saja mencari penginapan yang tak jauh dari lokasi tempat itu sendiri. Salah satu yang menarik dari topik pembahasn kita kali ini adalah hunian yang biasa kita temui jika berkunjung ke Taman Mini "Indonesia Indah", nama hotel yang sering dikunjungi oleh orang daerah itu adalah Desa Wisata Hotel, Resort & Convention Hall. Seperti yang kita ketahui bahwa TMII adalah pusat pameran budaya yang ada dari Sabang-Merauke. Banyak siswa/siswi yang berkunjung untuk mempelajari sejarah dan warisan budaya yang Indonesia punya dengan perbedaan yang cukup banyak dan unik dari setiap daerah.  Pendiri TMII sendiri membangun tempat hunian ini dengan tujuan memberikan rasa nyaman bagi mereka yang ingin melakukan karya wisata sekaligus belajar, te...